BAB I
PENDAHULUAN
Masyarakat
informasi memiliki kebutuhan utama untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan
sebagai penunjang berbagai aktivitas keseharian maupun tuntutan-tuntutan yang lain.
Kebutuhan akan informasi dirasakan akan terus bertambah bagi seseorang setiap
kali ia selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu. Dan rasa
ingin tahu timbul ketika seseorang ingin menambah daftar panjang khasanah
pengetahuannya. Menurut Wersig, kebutuhan informasi didorong oleh a problematic situation dimana seseorang
merasa harus memperoleh masukan dari sumber-sumber di luar dirinya. Sedang
Belkin, menamakan ini sebagai anomalous
state of knowledge, seseorang merasa bahwa tingkat pengetahuannya tidak
cukup untuk menghadapi situasi tertentu pada saat itu (Pendit, 2003: 126).
Seorang pendidik bukan hanya sekedar
menyampaikan materi didalam kelas sesuai dengan kurikulum yang berlaku, namun
pendidik mengembang tugas terhadap perkembangan peserta didik, baik
perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tidak semua peserta didik
mampu berkembang sesuai dengan fase perkembangannya dengan baik tanpa adanya
masalah yang mampu mempengaruhi perkembangannya.
Remaja
menghabiskan sepertiga atau lebih waktu terjaga mereka dengan beberapa bentuk
media massa, baik sebagai fokus utama atau sebagai latar belakang
melakukankegiatan yang lain. Perkiraan lainnya remaja menonton TV berkisar
antara 2 sampai 4 jam per hari, dengan variasi yang cukup besar sekitar
rata-rata tersebut: Beberapa remaja sedikit atau sama sekali tidak menonton TV;
yang lain menonton selama 8 jam sehari.
Hal
ini juga sangat mungkin terjadi pada kebutuhan informasi remaja yang sedang duduk
di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini disebabkan secara psikologis,
usia remaja berada dalam fase pertengahan diantara masa kanak-kanak dan masa
dewasa. Pencarian jati diri dan tingginya kebutuhan diri untuk diakui menjadi
kompleksitas tersendiri. Ditambahkan Jean Piaget bahwa perkembangan kognitif
remaja dikatakan sebagaiperiode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan
operasi formal (Setiono, www.epsikologi.com).
Menurut
Houston & Alvarez, menonton televisi seringkali memuncak di masa akhir kanak-kanak
dan mulai menurun pada beberapa titik di awal masa remaja akibat banyaknya
media yang bersaing dan tuntutan sekolah serta kegiatan sosial (Santrock, 2003:
316). Remaja juga lebih banyak menggunakan media cetak dibandingkan
anak-anak.Membaca koran seringkali dimulai pada usia 11 sampai 12 tahun, dan
terus meningkat hingga60 sampai 80 persen remaja akhir membaca setidaknya
beberapa koran. Dengan kecenderungan yang sama, membaca buku dan majalah terus
meningkat secara bertahapselama masa remaja.
Dalam
rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, orang memerlukan informasi.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang kebutuhan informasi, maka kondisi yang menyebabkan
munculnya kebutuhan informasi adalah pada saat seseorang menemui suatu masalah
yang belum dapat dicari solusinya secara pribadi, sehingga ia memerlukan
informasi dari sumber-sumber di luar dirinya. Menetapkan kebutuhan informasi
bagi suatu perpustakaan merupakan fenomena yang rumit, karena perpustakaan
melayani komunitas yang terdiri atas individu-individu pemakai yang memiliki
kebutuhan yang beragam. Bahkan pemakai sendiri mengalami kesulitan mengungkapkan
dan mendefinisikan informasi mereka. Oleh karena itu prosedur pengumpulan data
yang komprehensif perlu dilakukan untuk mengetahui kebutuhan informasi oleh
suatu kelompok pemakai. Jika dilakukan secara tepat, kajian mengenai kebutuhan
pemakai akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:pengembangan apa
yang diperlukan agar jasa-jasa yang telah ditawarkan dimanfaatkan secaraefektif,
apa yang harus dilakukan agar jasa serta sumber informasi diketahui oleh
pemakai, jenis program apakah yang dapat ditawarkan agar jasa yang ada
dimanfaatkan (Chaundry,1993). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebutuhan
informasi adalah pernyataan seseorang atas adanya ketidakcocokan antara tingkat
kepastiannya dengan obyek lingkungan yang sedang dihadapinya. Atau dengan kata
lain bahwa kebutuhan informasi ini muncul pada saat seseorang mulai menganggap
bahwa keadaan pengetahuan yang ia miliki saat itu kurang dari yang
dibutuhkannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Kebutuhan informasi ini
menurut Krikelas nantinya akan mendorong adanya perilaku penemuan informasi
(information seeking behavior). Proses pencarian informasi akan berakhir
apabila kebutuhan yang dirasakan telah terpenuhi (Hayden, 2001: 6).
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kebutuhan
Informasi
Di
era globalisasi, informasi telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan
manusia. Pemanfaatannya telah merambah ke seluruh aspek kehidupan tidak
terkecuali di bidang perpustakaan. Istilah “kebutuhan informasi” didefinisikan
oleh Krikelas dengan “pengakuan mengenai adanya ketidakpastian” (1983: 8). Kata
“informasi” dikaitkan dengan kata kebutuhan” karena ini menegaskan sebuah
kebutuhan dasar yang mirip dengan kebutuhan dasar manusia lainnya, yang oleh
para psikolog dibedakan dalam tiga kategori, yaitu kebutuhan fisiologis,
afektif, dan kognitif (Rohde, 1986: 53). Menurut Wilson, kebutuhan informasi
adalah sebuah pengalaman subyektif yang hanya terjadi pada pikiran orang yang
sedang dalam kondisi membutuhkan dan tidak bisa secara langsung diakses oleh
para pengamat (1997: 552). Evans
membedakan antara keinginan (wants), permintaan (demands), dan kebutuhan
(needs) (1992: 17). Keinginan adalah sesuatu yang ingin dibayar oleh seseorang,
baik dengan mencurahkan waktu, usaha, maupun uang. Permintaan adalah satu hal
yang politis karena orang mau bergerak untuk mendapatkannya. Kebutuhan adalah
masalah yang memerlukan solusi. Kebutuhan informasi menurut Bouzza
didefinisikan sebagai pengakuan seseorang atas adanya ketidakpastian dalam
dirinya (Krikelas, 1983: 11). Rasa ketidakpastian ini mendorong seseorang untuk
mencari informasi. Banyaknya informasi yang beredar saat ini dapat meningkatkan
kualitas hidup masyarakat, yang dikenal sebagai masyarakat informasi, dimana
pada masyarakat ini standar hidup, bentuk pekerjaan dan sistem pendidikan
dipengaruhi oleh informasi (Martin, 1988). Satu hal yang menonjol pada
masyarakat informasi ini adalah adanya kesadaran tentang pentingnya informasi
dalam kehidupan sehari-hari, dan kemampuan untuk memperoleh, mengevaluasi dan
menggunakannya untuk tujuan-tujuan
Kebutuhan
Informasi di era globalisasi, informasi telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan
manusia. Pemanfaatannya telah merambah ke seluruh aspek kehidupan tidak
terkecuali di bidang perpustakaan. Istilah “kebutuhan informasi” didefinisikan
oleh Krikelas dengan “pengakuan mengenai adanya ketidakpastian” (1983: 8). Kata
“informasi” dikaitkan dengan kata“kebutuhan” karena ini menegaskan sebuah
kebutuhan dasar yang mirip dengan kebutuhan dasar manusia lainnya, yang oleh
para psikolog dibedakan dalam tiga kategori, yaitu kebutuhan fisiologis,
afektif, dan kognitif (Rohde, 1986: 53). Menurut Wilson, kebutuhan informasi
adalah sebuah pengalaman subyektif yang hanya terjadi pada pikiran orang yang sedang
dalam kondisi membutuhkan dan tidak bisa secara langsung diakses oleh para pengamat
(1997: 552).
Evans membedakan antara keinginan (wants),
permintaan (demands), dan kebutuhan (needs) (1992: 17). Keinginan adalah
sesuatu yang ingin dibayar oleh seseorang, baik dengan mencurahkan waktu,
usaha, maupun uang. Permintaan adalah satu hal yang politis karena orang mau
bergerak untuk mendapatkannya. Kebutuhan adalah masalah yang memerlukan solusi.
Kebutuhan
informasi menurut Bouzza didefinisikan sebagai pengakuan seseorang atas adanya
ketidakpastian dalam dirinya (Krikelas, 1983: 11). Rasa ketidakpastian ini mendorong
seseorang untuk mencari informasi. Banyaknya informasi yang beredar saat ini
dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, yang dikenal sebagai masyarakat
informasi, dimana pada masyarakat ini standar hidup, bentuk pekerjaan dan
sistem pendidikan dipengaruhi oleh informasi (Martin, 1988). Satu hal yang
menonjol pada masyarakat informasi ini adalah adanya kesadaran tentang
pentingnya informasi dalam kehidupan sehari-hari, dan kemampuan untuk
memperoleh, mengevaluasi dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan.
B.
Sumber Informasi
Menurut
Ellis menyatakan bahwa ada suatu proses yang dilalui seseorang untuk
mengikutiperkembangan informasi yang mereka butuhkan dengan menjaga
perkembangan informasi dalam suatu bidang dengan secara teratur, yang dilakukan
dengan mencari sumber-sumber tertentu (misalnya jurnal, surat kabar,
konferensi, majalah, buku, dan katalog) (Meho, 2003).
Dalam
hal ini dikenal dengan istilah sumber informasi. Menurut Suwanto, sumber
informasi merupakan sarana penyimpanan informasi (1997). Informasi dapat
tersimpan dalam dokumen dan non-dokumen. Sumber informasi yang berupa dokumen
dapat berbentuk buku, majalah,laporan penelitian, jurnal, sedangkan sumber
informasi non-dokumen adalah manusia, yakni teman, pustakawan, pakar, atau
spesialis informasi. Suatu sumber informasi menurut Murtonen adalah pembawa
informasi yang dipercaya dapat memberikan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan
informasi (Byström,1999). Brown secara khusus membagi sumber informasi ke dalam
tiga tipe yaitu dirinya sendiri, orang lain, dan sumber lain yang bukan manusia
(Bystrom, 1999). Dikarenakan dalam mengerjakan tugas tertentu seseorang tidak
bisa mendapatkan informasi dari dirinya sendiri, maka mereka berusaha untuk
mencari sumber informasi secara interpersonal yaitu melalui bertanya dengan
teman, ahli bidang tertentu, dan orang lain. Sedangkan buku, surat kabar, memo,
selebaran adalah contoh dari impersonal sources (sumber informasi yang bukan orang).
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari makalah ini adalah Kebutuhan akan informasi dirasakan akan terus bertambah
bagi seseorang setiap kali ia selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
terhadap sesuatu. Dan rasa ingin tahu timbul ketika seseorang ingin menambah
daftar panjang khasanah pengetahuannya.
Satu
hal yang menonjol pada masyarakat informasi ini adalah adanya kesadaran tentang
pentingnya informasi dalam kehidupan sehari-hari, dan kemampuan untuk
memperoleh, mengevaluasi dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan. Munculnya
kebutuhan informasi adalah pada saat seseorang menemui suatu masalah yang belum
dapat dicari solusinya secara pribadi, sehingga ia memerlukan informasi dari
sumber-sumber di luar dirinya.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Bystrom,
Katriina, 1999, Task Complexity, Information Types And Information
Sources:Examination of Relationships, Tampere: Faculty of Social Sciences
of the University of Tampere.
Sources:Examination of Relationships, Tampere: Faculty of Social Sciences
of the University of Tampere.
Eeva-Liisa, E.,
1998, University student’s information
seeking behaviour in a
changing learning environment, diakses tanggal 1 April 2007, tersedia di
www.shef.ac.uk/infres/isic/eeskola.html
changing learning environment, diakses tanggal 1 April 2007, tersedia di
www.shef.ac.uk/infres/isic/eeskola.html
Krikelas, James,
1983, Information-Seeking Behaviour: Patterns and Concepts.
Drexel Lib.Quart., 19(2) Spring.
Drexel Lib.Quart., 19(2) Spring.
Meho, L. I.
& Tibbo, H. R., 2003, Modelling The Information-Seeking Behaviour
of Social Scientist: Ellis’s Revisited, Journal of The American Society for
Information Science and Technology, 54(6) 570-587, diakses tanggal 1 Juli
2007, tersedia pada http://dlist.sir.arizona.edu/1641/01/meho-tibbo.pdf
of Social Scientist: Ellis’s Revisited, Journal of The American Society for
Information Science and Technology, 54(6) 570-587, diakses tanggal 1 Juli
2007, tersedia pada http://dlist.sir.arizona.edu/1641/01/meho-tibbo.pdf
Pendit, Putu
Laxman, 2003, Penelitian Ilmu
Perpustakaan dan Informasi : Suatu
Pengantar Diskusi Epistemologi dan Metodologi, Jakarta : JIP-FSUI.
Pengantar Diskusi Epistemologi dan Metodologi, Jakarta : JIP-FSUI.
Setiono, Lilly H., Beberapa Permasalahan
Remaja, diakses
tanggal 23 Januari
2009,tersedia di www.e-psikologi.com
2009,tersedia di www.e-psikologi.com
Wilson, T.D.,
1997, Information Behaviour: an interdisciplinary perspective,
Information Processing & Management 33 (40), diakses tanggal 16
Maret 2008, tersedia di http://informationr.net/
Information Processing & Management 33 (40), diakses tanggal 16
Maret 2008, tersedia di http://informationr.net/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar